Pengaruh Faktor Sosial, Ekonomi, dan Praktik Kesehatan Terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep

The Influence of Social, Economic, and Health Practices on Stunting Incidence in Toddlers in Bungoro Subdistrict, Pangkep Regency

Authors

  • Nurul Fadhila Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arman Arman Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Haeruddin Haeruddin Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2097

Keywords:

Stunting, Sosial Ekonomi, Praktik Kesehatan, Balita

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun

Tujuan: untuk mengetahui pengaruh faktor sosial, ekonomi, dan praktik kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 274 balita, yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup kepada ibu balita sebagai responden.

Hasil: Menunjukkan bahwa umur ibu p-value = 0,000, pendidikan p-value = 0,04, pengetahuan p-value = 0,02, sikap p-value = 0,01, pemberian makanan p-value = 0,004 anak serta kesehatan anak p-value = 0,003 berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Sementara itu, pekerjaan ibu p-value = 0,508 dan pendapatan keluarga p-value = 0,712 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.

Kesimpulan: Penanggulangan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk peningkatan edukasi gizi kepada ibu, penyediaan akses terhadap makanan bergizi, perbaikan pelayanan kesehatan, dan keterlibatan lintas sektor.

 

ABSTRACT

Background: Stunting is a condition of growth failure in toddlers (babies under five years old) due to chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb and in the early period after the baby is born, however, stunting conditions only appear after the baby is 2 years old.

Objective: to determine the influence of social, economic factors, and health practices on the incidence of stunting in toddlers in Bungoro District, Pangkep Regency.

Method: This study is a quantitative analytical study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 274 toddlers, taken using a simple random sampling technique. Data collection was carried out using a closed questionnaire to the toddler's mother as respondents.

Results: shows that the mother's age p-value = 0.000, education p-value = 0.04, knowledge p-value = 0.02, attitude p-value = 0.01, child feeding p-value = 0.004 and child health p-value = 0.003 have a significant effect on the incidence of stunting. Meanwhile, maternal occupation p-value = 0.508 and family income p-value = 0.712 did not show a significant effect.

Conclusion: Overcoming stunting requires a comprehensive approach, including increasing nutritional education for mothers, providing access to nutritious food, improving health services, and cross-sector involvement.

References

Aditama MFS, Ersila W. Desember). Gambaran penurunan nyeri pada penderita low back pain setelah dilakukan latihan William Fleksi: Literature review. Pros Semin Nas Kesehat. 1:1680–1685.

Pengembangan Kesehatan BP. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Balitbangkes Kemenkes RI;

Black RE, Victora CG, Walker SP. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet [Internet]. 382(9890):427–451. Available from: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60937-X

Dewi NL, Maharani M. Pola pemberian MP-ASI dan stunting pada anak usia 6–24 bulan di Kabupaten Sigi. Media Gizi Indones. 16(2):121–127.

Dewi, R., & Maharani, N. (n.d.). Praktik pemberian MP-ASI dan kejadian stunting pada anak usia dini di Kabupaten Sigi. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Anak, 8(2), 101–108.

Fitriyani, D. … Sari, R. (n.d.). Pengaruh pendapatan keluarga terhadap status gizi balita dengan moderasi edukasi gizi. Jurnal Gizi Masyarakat, 6(1), 34–41.

Green LW, Kreuter MW. Health program planning: An educational and ecological approach. 4th ed. New York: McGraw-Hill;

RI KK. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI;

Lee JS, Kang SJ. Pengaruh latihan kekuatan dan jalan kaki terhadap fungsi lumbar, tingkat nyeri, dan komposisi tubuh pada pasien nyeri punggung kronis. J Rehabil Latih. 12(5):463.

Lestari, S. … Nugroho, P. (n.d.). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 77–85.

Marlina L, Wulandari Y, Fitriyani D. Hubungan pengetahuan, sikap dan praktik ibu tentang pemberian makanan dengan kejadian stunting pada balita. J Gizi dan Diet Indones. 8(1):14–22.

Marmi. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar;

Milenia S, Rahman I. Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus osteoarthritis genu bilateral dengan menggunakan modalitas TENS, SWD dan quadriceps setting di RSU Pindad Kota Bandung. J Ilmu Kesehat dan Fisioter. 3(3):125–131.

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta;

Nasikhah, R. … Laily, A. (n.d.). Pendidikan ibu sebagai faktor risiko stunting pada balita. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Indonesia, 11(1), 13–20.

Panjaitan E, Sari N, Siregar F. Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap kejadian stunting pada balita. J Kesehat Komunitas (Journal Community Heal. 6(2):122–130.

Pradita A, Sinrang AW, Wuysang D. Perbandingan pengaruh fisioterapi konservatif kombinasi myofascial release technique dengan fisioterapi konservatif kombinasi muscle energy technique pada kasus low back pain. J Penelit Kesehat “SUARA FORIKES.” 12:46–52.

Prentice AM, Ward KA, Goldberg GR. Critical windows for nutritional interventions against stunting. Am J Clin Nutr. 97(5):911–918.

Putri NS, Maryaningsih M, Sulaiman S. Pengaruh Williams flexion latihan terhadap penurunan nyeri punggung bawah miogenik pada pengajian Aisiyah Tanjung Sari Ranting Timur Medan. In: Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi. p. 1–9.

Putri RA, Hasina SN. Perbedaan terapi bekam dan kompres hangat terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada lansia. J Keperawatan. 12(1):33–40.

Panjaitan, H. … Sitompul, R. (n.d.). Asupan protein dan sayuran terhadap kejadian stunting anak usia dini di wilayah perkotaan. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia, 3(1), 21–28.

Putri, D. A., & Lestari, A. (n.d.). Hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 88–95.

Rizki MM, Saftarina F. Tatalaksana medikamentosa pada low back pain kronis. Mayoritas. 9(1):62–68. Dasar RK. Laporan Nasional RISKESDAS. Jakarta: Badan Litbangkes;

Rohani, A., & Suryani, E. (n.d.). Pengaruh perubahan sikap ibu terhadap status gizi balita di Kabupaten Bone. Jurnal Promosi Kesehatan, 10(3), 55–63.

Simanjuntak MG, Wahyudi R. Pencegahan stunting melalui pemantauan gizi balita di Puskesmas. J Gizi dan Kesehat Masy. 5(2):90–97.

Smrcina Z, Woelfel S, Burcal C. Tinjauan sistematis tentang efektivitas latihan stabilitas inti pada pasien dengan nyeri punggung bawah non-spesifik. J Int Fisioter Olahraga [Internet]. 17(5):766–774. Available from: https://doi.org/10.26603/001c.37251

Soekirman. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: Dian Rakyat;

Sarimin. (n.d.). Pengaruh usia ibu saat hamil terhadap kejadian stunting di Dusun Cemanggal, Desa Munding, Kabupaten Semarang. Jurnal Gizi Indonesia, 5(2), 112–119.

Sulastri, S., & Nurhayati, I. (n.d.). Perawatan anak dan hubungan dengan kejadian stunting di pedesaan. Jurnal Kesehatan Anak, 4(1), 45–53.

Tracy LM. Faktor psikososial dan pengaruhnya terhadap pengalaman nyeri. Lap Nyeri. 2(4):602.

Traeger AC, Moseley GL, Hübscher M, Lee H, Skinner IW, Nicholas MK, et al. Edukasi nyeri untuk mencegah nyeri punggung bawah kronis: Protokol studi untuk uji coba terkontrol acak. BMJ Open. 4(6):5505.

U.N.I.C.E.F. Strategy for Improved Nutrition of Children and Women in Developing Countries. New York: UNICEF;

U.S.A.I.D. Conceptual Framework for Maternal and Child Nutrition. Washington DC: USAID SPRING Project;

Wati A, Kusyani Y, Fitriyah N. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi terhadap kejadian stunting. J Gizi Indones. 9(2):123–129.

Wibisono LS, Najizah F, Patrisia NKKD. Pengaruh lower limb tension test terhadap penurunan nyeri terhadap nyeri punggung bawah di RSUD KRMT Wongsonegoro. J Ris Rumpun Ilmu Kedokt (JURRIKE. 1(2):208–218.

Organization WH. Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. Geneva: WHO;

R. YD, I., Kadir A. Stunting dan dampaknya terhadap tumbuh kembang anak: Tinjauan dari pendekatan gizi masyarakat. J Kesehat Masy Indones. 17(1):55–63.

Downloads

Published

2025-08-02

How to Cite

Fadhila, N., Arman, A., & Haeruddin, H. (2025). Pengaruh Faktor Sosial, Ekonomi, dan Praktik Kesehatan Terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep: The Influence of Social, Economic, and Health Practices on Stunting Incidence in Toddlers in Bungoro Subdistrict, Pangkep Regency. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 6(2), 271–282. https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2097

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>