Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja di PT. PLN Piru Kabupaten Seram Bagian Barat
Factors Associated with Hearing Loss in Workers at PT. PLN Piru, West Seram Regency
DOI:
https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2018Keywords:
Gangguan Pendengaran, Kebisingan, PekerjaAbstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Gangguan pendengaran akibat bising mengacu pada penurunan sensitivitas terhadap bunyi dari yang ringan sampai berat tergantung pada tingkat kerusakan sel pada satu maupun kedua telinga. Dari hasil pengukuran kebisingan di lima titik area kerja karyawan di PT PLN (Persero) unit layanan listrik diesel Kairatu dengan menggunakan alat Sound Level Meter, yaitu area pos satpam, area bengkel, area ruang mesin SWD, area radiator SWD, dan area PT Aggreko di dapatkan hasil intensitas kebisingan tertinggi di tiga titik yaitu: area ruang mesin SWD, area radiator SWD dan area PT Aggreko. Karyawan yang memiliki kebisingan berpeluang untuk stres sebesar 24 kali lebih besar dibanding dengan karyawan yang tidak memiliki kebisingan.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja di PT. PLN Piru Kabupaten Seram Bagian Barat.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional study. Penelitian ini akan dilaksanakan di PT. PLN PIRU Kabupaten Seram Bagian Barat pada bulan Juni-Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pada PT. PLN PIRU Kabupaten Seram Bagian Barat, besar sampel pada penelitian ini ditentukan dengan rumus study Lemeshow. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil: 1) Kebisingan berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada pekerja di PT. PLN PIRU Kabupaten Seram Bagian Barat; 2) Umur berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada pekerja di PT. PLN PIRU Kabupaten Seram Bagian Barat; 3) Alat pelindung telinga berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada pekerja di PT. PLN PIRU Kabupaten Seram Bagian Barat; 4) Masa kerja berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada pekerja di PT. PLN PIRU Kabupaten Seram Bagian Barat.
ABSTRACT
Background: Noise-induced hearing loss refers to a decrease in sensitivity to sound from mild to severe depending on the level of cell damage in one or both ears. From the results of noise measurements at five points of the employee work area at PT PLN (Persero) Kairatu diesel electricity service unit using a Sound Level Meter tool, namely the security post area, workshop area, SWD engine room area, SWD radiator area, and PT Aggreko area, the highest noise intensity results were obtained at three points, namely: SWD machine room area, SWD radiator area and PT Aggreko area. Employees who have noise are 24 times more likely to be stressed than employees who do not have noise.
Objective: To determine the factors associated with hearing loss in workers at PT PLN Piru, West Seram Regency.
Method: This research is a cross sectional study. This research will be conducted at PT PLN PIRU West Seram Regency in June-August 2024. The population in this study were workers at PT PLN PIRU West Seram Regency, the sample size in this study was determined by the Lemeshow study formula. Data analysis used is univariate, bivariate and multivariate analysis.
Results: 1) Noise is related to hearing loss among workers at PT PLN PIRU, West Seram Regency; 2) Age is related to hearing loss among workers at PT PLN PIRU in West Seram Regency; 3) Ear protection equipment is related to hearing loss among workers at PT PLN PIRU in West Seram Regency; 4) Working period is related to hearing loss among workers at PT PLN PIRU in West Seram Regency.
References
Dewi AH, Kusnoputranto H. (2021). Analisis Hubungan Kebisingan Terhadap Keluhan Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Departemen Spinning, Weaving, dan Dyeing PT X Tahun 2020, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. Jurnal Nasional Kesehatan Lingkungan Global. 2(3): 133–140.
Eni Mahawati et al. (2021). Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan Industri, Semarang: Yayasan Kita Menulis.
Fransiska Lintong. (2019). Gangguan Pendengaran Akibat Bising, Manado : Bagian Fisika Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Hardi, Ikram, Dhea Puspita, Nurbaety, Ayu Puspitasari, and Masriadi. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Bagian Produksi Di Pt Iki Makassarfaktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Bagian Produksi Di PT IKI Makassar. Window of Public Health Journal 4(3): 374–82. http://103.133.36.91/index.php/woph/article/view/712/469.
Imansyah B. Achmad R. (2006). Selamatkan Telinga Kita. Dalam: Winarti Aksurali (2010) Studi Tentang Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Bagian Produksi di PT. Sermani Steel Makassar, Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar.
Jacky Munilson et al. (2011). Gangguan pendengaran akibat bising: Tinjauan beberapa kasus. Jurnal penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang. Dalam: Zainal Hamzah (2014) Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pendengaran Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Unit Makassar, Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar.
Kurniawan B. A. (2021) Kesehatan Telinga dan Pendengaran (Artikel, RS. UNS Jawa Tengah).
La Ode Abdul F. Mulyadi, Haderiah, Farida. (2023). Faktor Risiko Gangguan Pendegaran Pada Pekerja di PT. PLN Punagaya Kabupaten Jeneponto,Tulungagung Jatim: Nursing Medical Sains Journal.
Lim. DJ, Dunn DE. (1979) Anatomic Corelates Of Noise Induced Hearing Loss. Dalam: Marji (2013). Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Seri Kebisingan. Malang: Gunung Samudera.
National Institute on Deaffness and Other Communication Disorders. (2016). NIDCD Fact Sheet: Noise- Induced Hearing Loss. Maryland: National Institute On Deafness and Other Communication Disorderss. Dalam: Fatin Zuhra. (2019). Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja di PT. Kia Keramik Mas Plant Gresik, Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga Surabaya.
Notoatmodjo,Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta, Jakarta. Dalam: Zainal Hamzah. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pendengaran Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Unit Makassar, Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar.
Mirza ER, Damayanti R, Lutfiya I. (2022). Correlation between Workers’ Characteristics and Workplace Noise with Subjective Hearing Disorders in Textile Industry. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 11: 19–30.
Mulia R, Ariscasari P, Wardiati. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Pendengaran pada Pekerja Kilang Kopi di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Medika Malahayati. 7(4): 1068–1075.
OSHA (2013) Section III, Chapter 5, Noise, U.S. Department Of Labor, Ocupational Safety and Health Administration, Washington, D.C. Dalam: Eni Mahawati et al. (2021). Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan Industri. Semarang: Yayasan Kita Menulis.
Purnaman S. Pandi Ed, Hendarto H. (1971). Noise Induced Hearing Loss. Dalam: Marji (2013). Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Seri Kebisingan. Malang: Gunung Samudera.
Permatasari U, Purwaningsih W, Sari IM. (2020). Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Pendengaran pada Pekerja Pande Besi di Desa Mojo Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 11(2): 67–74.
Puspita DM Hardi I, Nurbaety, Puspitasari A, Masriadi. (2023). Faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Bagian Produksi di PT Iki Makassar. Window of Public Health Journal. 4(3): 374–382.
Reynolds Douglas D. (1981). Industrial Hygiene and Toxicology. Volume III. New York: John Willy & Sons. Dalam: Marji. (2013). Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Seri Kebisingan. Malang: Gunung Samudera.
Sasongko et al. (2003). Kebisingan Lingkungan. Semarang; Badan penerbit Undip. Dalam: Marji. (2013). Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Seri Kebisingan. Malang: Gunung Samudera.
Sholihah FH, Rahim TH, Fitriyana S. (2021). Hubungan Kepatuhan Penggunaan Earplug terhadap Keluhan Gangguan Pendengaran pada Pekerja PT Anugrah Bungo Lestari. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains. 13(2): 175–179.
Sinambela EA, Mardikaningsih R. (2022). Efek Tingkat Kebisingan pada Masalah Pendengaran pada Pekerja. Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa. 11(2): 240–244.
Soepardi E.A., Iskandar Nurbaiti. (2001). Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher. Jakarta: FK UI.
Suma’mur PK. (1996). Higene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Penerbit PT Gunung Agung.
Okamoto A et al. (1992). Effect of Frequency and Intensity of Sound on Cochlear Blood Flow. Dalam: Marji (2013). Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Seri Kebisingan. Malang: Gunung Samudera.
Russeng, Syamsiar S, Suharni A Fachrin, Nasrullah, and Aulia Rizky Fajriani. (2019). Hubungan Antara Gangguan Pendengaran Terhadap Produktivitas Kerja Pada Karyawan PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkit Puna Gaya. Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Universitas Hasanuddin. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&cluster=13820996678164434877.
Soedirman. Suma’mur. (2014). Kesehatan Kerja (Dalam Prespektif Hiperkes & Keselamatan Kerja) Jakarta: Erlangga. Dalam: Fatin Zuhra. (2019). Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja di PT. Kia Keramik Mas Plant Gresik, Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga Surabaya Surat Edaran.
Suma’mur. (2009). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES) CV. Sagung Seto, Jakarta. Dalam: Zainal Hamzah. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pendengaran Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Unit Makassar, Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar.
Ulfa R, Syam N, Batara AS, Hidayat, Amelia R. (2023). Hubungan Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran pada Karyawan PT. Industrial Kapal Indonesia Makassar. Window of Public Health Journal. 4(2): 179–186.
Wahyuningsi et al. (2002). Kebisingan diperkotaan. Semarang: UNDIP. Dalam: Dian Anggraeni. (2006) Hubungan Antara Lama Pemaparan Kebisingan Menurut Masa Kerja Dengan Keluhan Subyektif Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Sinar Sosro Ungaran Semarang. Skripsi UN Semarang.
Ward WD. Duvall AJ. (1971). Behavioral and Ultrastructural Correlates of Acoustic Trauma.
Wiyadi M.S. (1995). Polusi Kebisingan. Media IDI Cabang Surabaya.
Wiyadi M.S. (1996). Kurang Pendengaran Karena Kebisingan Sebagai Salah Satu Penyakit Akibat Kerja.
WHO. (1995). Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta. Dalam : Zainal Hamzah. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pendengaran Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Unit Makassar, Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar.
Yahya, Tamhirn, Arwita Widyanti, and Andi Surahman Batara. (2023). Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Pada Karyawan PT. Pos Indonesia Di Kantor Cabang Utama Kota Makassar. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2023 4(4): 147–56. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i4.1408JournalHomepage:https://pasca-umi.ac.id/index.php/jmch.
Zainal Hamzah. (2014) Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pendengaran Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Unit Makassar, Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Aafiyah Health Research (JAHR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










