Fungsi Manajemen Akreditasi Puskesmas Wolowa Kabupaten Buton
Accreditation Management Function of Wolowa Health Center, Buton Regency
DOI:
https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2020Keywords:
Fungsi Manajemen, Puskesmas, AkreditasiAbstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Puskesmas merupakan sarana penyedia pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pada umumnya puskesmas bertanggungjawab di suatu wilayah kecamatan yang mempunyai fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Tujuan: Untuk menganalisis secara mendalam fungsi manjemen dalam status akreditasi Puskesmas Wolowa Kabupaten Buton.
Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala puskesmas Wolowa dan kepala bidang pelayanan medik dinas kesehatan Buton, informan biasa adalah kepala tata usaha, staf dan ketua tim akreditasi. Informan pendukung adalah surveyor pra survey dan pasien.
Hasil: Dengan adanya hambatan di salah satu fungsi manajemen yakni pada fungsi pengorganisasian, memberikan dampak terhadap penilaian status akreditasi puskesmas.
Kesimpulan: Fungsi pengorganisasian yang ada di puskesmas Wolowa sudah sesuai meskipun ada beberapa hambatan dikarenakan karena tidak kesesuain jabatan dengan Pendidikan dan keterbatasan sumber daya manusia.
ABSTRACT
Background: Puskesmas is a first-level health service provider. In general, puskesmas are responsible for a sub-district area which has a function as a center for public health development, a center for community empowerment and a center for first-level health services.
Objective: To deeply analyze the management function in the accreditation status of Puskesmas Wolowa of Buton Regency.
Method: The approach used in this research is a qualitative approach. Key informants in this study were the head of the Wolowa puskesmas and the head of the medical services sector of the Buton health office, ordinary informants were the head of administration, staff and the head of the accreditation team. Supporting informants are pre-survey surveyors and patients.
Results: With obstacles in one of the management functions, namely the organizing function, it has an impact on the assessment of the accreditation status of puskesmas.
Conclusion: The organizing function at puskesmas Wolowa is appropriate, although there are some obstacles due to the incompatibility of positions with education and limited human resources.
References
Ameliah, Waode Rezki Razak, Amran Rusydi, & Arni Risqiani. (2023). Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Barana Kabupaten Jeneponto Tahun 2022. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2023, 4(4), 226–237. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i4.1431
Batubara, S., Roswitha Napitupulu, L., Kasim, F., Dame Manalu, E., & Jauhari, W. (n.d.). Hubungan Status Akreditasi Puskesmas Dengan Mutu Pelayanan Di Kabupaten Simalungun. 8(1).
Darmawan, E. S. (2021). Administrasi Kesehatan Masyarakat. In Rajawali Pers. Rajawali Pers.
Dewi Agustina. (2020). Modul Administrasi Puskesmas. Fakultas Kesehatan Masyarakat .
Dewi, R. K., Sumantrie, P., & Rahmasari, R. (2022). Pengantar Manajemen Kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
Dinkes. (2023). Profil Dinas Kesehatan.
Eviheryanto, & Rizma Adlia Syakurah. (2023). Workshop Instrumen Akreditasi Puskesmas Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. Jurnal Abdimas (Journal of Community Service): Sasambo, 5(1), 184–192. http://journal-center.litpam.com/index.php/Sasambo_Abdimas
Ficy Septiany, A. Surahman Batara, & Sitti Patimah. (2021). Analisis Kesiapan Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar Dalam Implementasi Akreditasi Puskesmas Tahun 2019. Window of Public Health Journal, 02(1). URL artikel: http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph1513
Firmansyah.A, & Mahardika.B.W. (2022). Pengantar Manajemen. Budi Utomo.
Ida H, & Nihayatul. M. (2021). Manajemen Pelayanan Kesehatan. Literasi Nusantara. https://www.researchgate.net/publication/350810020
Ihsanul Maarif., Haeruddin., & Sumiaty. (2023). Hubungan Kualitas Layanan Dengan Kepuasan Pasien. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2023, 4(2), 79–88. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i2.1206
Kementerian Kesehatan RI (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Kementerian Kesehatan RI (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2022 tentang Akreditasi Pusat kesehatan Masyarakat, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat praktik Mandiri Dokter, dan Tempat praktik Mandiri Dokter Gigi.
KMK. (2023). Keputuan Menteri Kesehatan No.HK 02.02./I/3991/Petunjuk Teknis Survei Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.
Kepmenkes (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/165/2023 tentang Standar Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat.
Maghfiroh, L., Rochmah, T. N.,. (2020). Analisis Kesiapan Puskesmas Demangan Kota Madiun Dalam Menghadapi Akreditasi Readiness Analysis Of Demangan Health Care Centre Madiun In Facing Accreditation. In Jurnal Mkmi (Vol. 13, Issue 4).
Masriadi. (2021). Metodologi penelitian (Kesehatan, Kedokteran Dan Keperawatan). CV. Trans Info Media.
Misnaniarti, M., & Destari, P. K. (2018). Aspek Penting Akreditasi Puskesmas dalam Mendukung Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 10–16. https://doi.org/10.22435/jpppk.v2i1.35
Nurjannah Pratiwi Trisna, I., Budi Raharjo, B. (2019). Status Akreditasi Puskesmas dengan Tingkat Kepuasan Pasien. Higeia Journal Of Public Health Research And Development https://doi.org/10.15294/higeia/v3i2/27138
Nurmiati Muchlis. (2020). Pengaruh Kepemimpinan, Organisasi, Tim Peningkatan Mutu Dan Efikasi Diri Terhadap Penilaian Status Akreditasi Puskesmas Di Kota Makassar Tahun 2016-2019.
Reganata, G. P., & Wirajaya, M. K. M. (2020). Akreditasi Puskesmas Sebagai Intervening Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien. Bali Health Journal, 4(2), 89–97.
Risky Ekaputri, Anwar, & Nurhaedar.J. (2019). Persepsi Pasien Tentang Kualitas Pelayanan Di Puskesmas Akreditasi Dan Non Akreditasi Kabupaten Banggai. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14, 241–246.
Siswantoro, H., Siswoyo, H., Nurhayati, N., Tie, D., Afrilia, A. R., Harso, A. D., & Syarif, A. K. (2019). Pengembangan indeks mutu pelayanan kesehatan puskesmas. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 29(3), 269–283.
Siti Fadhillah R, Rizki Amelia A, Haeruddin. (2021). Hubungan Perilaku Masyarakat dengan Kepatuhan Penggunaan Masker untuk Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19 di Kelurahan Bontoa Maros. Journal of Muslim Community Health (JMCH) Vol. 2, No. 3, Juli-September 2021. https://doi.org/10.52103/jmch.v2i3.553
Sutisna Sulaeman, E. (n.d.). Manajemen Kesehatan Teori dan Praktik di Puskesmas.
Teguh Faturrahman. F, & Ahmad. (2022). Dasar-Dasar Manajemen Kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
Teguh Setiawan, H., Patria Jati, S., Yunila Fatmasari (2020). Analisis Pelaksanaan Pendampingan Akreditasi Puskesmas Pada Kelompok Kerja Administrasi Dan Manajemen Di Kabupaten Pemalang (Vol. 6). http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
Thenu, V. J., Sediyono, E., & Purnami, C. T. (2019). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Guna Mendukung Penerapan Sikda Generik Menggunakan Metode Hot Fit Di Kabupaten Purworejo. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 4(2), 129–138. https://doi.org/10.14710/jmki.4.2.2016.129-138
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Aafiyah Health Research (JAHR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










